Category: Pengantar Bisnis Informatika#


Tips atau kiat – kiat menjadi pengusaha sukses, Berikut ini tips atau kiat – kiatnya :

1. Mempunyai Mimpi

Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika kita mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila kita lemah, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi kita akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha kita itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu kita.

3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha kita seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum kita menjadi pebisnis sangat membantu kita menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.

4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi “Jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan”.

5. Kerja Keras

Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.

7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.

8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.

9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.

10. Tidak Suka Menunda

Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat kita menyesal.

11. Selalu Berdoa Kepada Sang Pencipta

Apalah arti usaha dan kerja keras kita apabila kita lupa kepada sang pencipta, doa kepada sang pencipta sangat berguna demi kelancaran dan kemajuan usaha kita, karena tuhanlah yang menentukan jodoh dan rezeki setiap manusia. Kita sebagai manusia tinggal melakukan usaha seperti contoh kesepuluh contoh diatas ditambah dengan doa kepada sang pencipta insya allah usaha yang kita jalani akan berjalan dengan lancar dan menjadi orang sukses.

Pengertian Bisnis.  

 

Bisnis merupakan suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan [Griffin & Ebert]. Secara keseluruhan, Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

 

Pengertian Informatika.

Secara harfiah, Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu Anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi [Haag Den Keen, 1996]. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (perangkat keras atau perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi [Martin, 1999].

Dari definisi diatas dapat dikatakan bahwa teknologi informasi secara implisit maupun eksplisit tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga teknologi telekomunikasi. Dengan kata lain, yang disebut teknologi informasi merupakan gabungan antara teknologi komputer dengan teknologi telekomunikasi.

Pengertian Bisnis Informatika.

Dari pejabaran pengertian masing masing dari bisnis & teknologi informatika dapat kita simpulkan pengertian dari Bisnis Informatika adalah adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi yang berkaitan dengan teknologi informasi baik teknologi komputer maupun teknologi telekomunikasi.

Contoh kegiatan Bisnis Informatika :

  • Di perusahaan dagang seperti department store, telah dipergunakan mesin cash register (mesin kasir) yang dilengkapi dengan kendali komputer sehingga mesin tersebut dapat dikendalikan oleh pihak manajer hanya dari ruang kerjanya secara cepat dan tepat, untuk scanning barcode kode barang dagangan, menghitung laba rugi, inventaris, dan sebagainya.
  • Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia. Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini – berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting danoutsourcing – bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.

Artikel tentang “What is Franchise ?” & “History Franchise”

Pada tugas ke-3 matakuliah “Pengantar Bisnis Informatika #” saya disuruh menyari sebuah artikel tentang mata kuliah ini, pada tugas ini saya membahas tentang artikel “What is Franchise ?” dan “History Franchise”. Kenapa saya membahas artikel ini? Karena faktanya pada zaman saat ini banyak orang sukses karena peranan franchise itu sendiri. Pengertian franchise itu sendiri adalah metode kegiatan di mana “franchisor” sertifikat praktek yang baik, bagaimana melakukan bisnis dengan “franchisee” dalam pertukaran untuk pembayaran, pajak dan persentase dari omset atau keuntungan”.

Banyak sekali franchise saat ini yang sedang naik daun seperti franchise dibawah ini :

  • Kebab Turki Baba Rafi
  • Teh Poci
  • Lucky Crepes
  • Tella Krezz
  • Umbi Stick

Di Indonesia sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya.

Ketentuan-ketentuan yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut :

  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
  • Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
  • Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang

Artikel “What is Franchise ?” & “History Franchise”

What is Franchise

“Franchising (french for honesty and freedom) is a method of activity where “franchisor” certificates of good practices, how to do business with a “franchisee” in exchange for a payment, taxes and a percentage of turnover or profits

Several tangible and intangible goods such as national or international advertising, training, support and other services are generally provided by the franchisor and may in fact necessary, by the franchisor, in general, requires auditedbooks, and may in distributors or Taking regular and surprise checks on the ground. The non-fulfillment of such a test is not renewed in general or duty. The concept of “franchising” is used to describe systems business, maybe not in the legal definition above. For example, a vending machine operator may receive a franchise for a particular kind of vending machine, including a trademark and a royalty, but no method of doing business. This is called “free product” or “name franchising”.

A franchise agreement is typically franchisees of the area’s exclusive control of reserve and te extent to which the franchisee by the franchisor (for example, training and marketing campaigns)”.

(English version, sumber : Wikipedia)

Apa itu Waralaba ?

Waralaba (perancis untuk kejujuran dan kebebasan) adalah metode kegiatan di mana “franchisor” sertifikat praktek yang baik, bagaimana melakukan bisnis dengan “franchisee” dalam pertukaran untuk pembayaran, pajak dan persentase dari omset atau keuntungan.

Barang berwujud dan tidak berwujud Beberapa seperti iklan nasional atau internasional, pelatihan, dukungan dan layanan lainnya umumnya disediakan oleh pemilik waralaba dan mungkin sebenarnya diperlukan, oleh franchisor, pada umumnya, membutuhkan auditedbooks, dan mungkin dalam distributor atau Mengambil cek biasa dan mengejutkan di tanah. Pemenuhan non-tes seperti ini tidak diperpanjang secara umum atau tugas. Konsep “waralaba” digunakan untuk menggambarkan sistem bisnis, mungkin tidak dalam definisi hukum di atas. Sebagai contoh, operator mesin penjual dapat menerima waralaba untuk jenis tertentu mesin penjual, termasuk merek dagang dan royalti, tetapi tidak ada metode dalam melakukan bisnis. Hal ini disebut “produk gratis” atau “nama waralaba”.

Sebuah perjanjian waralaba biasanya waralaba dari kontrol eksklusif di wilayah itu cadangan dan sejauh mana franchisee oleh franchisor (misalnya, pelatihan dan pemasaran kampanye).

(Versi Indonesia, Sumber : Wikipedia)

Franchise History

“Franchising dates back to at least the years 1850, Isaac Singer, who made improvements of an existing model of a sewing machine, wanted to distribute its sewing machines. His efforts, though unsuccessful, in the long term, was among the first efforts to franchise in the USA. A further example of the franchise was John S. Pemberton successful franchise of Coca-Cola. Early American examples are the counts of the telecommunications system, which was different railway companies, but by Western Union, and agreements between vehicle manufacturers and operators of local distributors.

Franchising modern stressed by raising the franchise food service operations. This trend began in 1919 with Quick Service Restaurants, as A & W Root Beer. In 1935, Howard Johnson Deering, with Reginald Sprague, the first restaurant franchisee. The idea was, let the independent operators using the same name, food, supplies, logo and even construction in exchange for a fee.The growth of the franchise gathering steam in 1930, when chains such as Howard Johnson’s started franchising motels. The 1950′s saw an explosion in franchise chains, in conjunction with the evolution of U.S. Interstate Highway System. Fast Food Restaurants, Diners Club and Motel chains exploded. Regarding contemporary franchise chains, McDonald’s is unquestionably the most successful in the world with more units than any other restaurant franchise network”.

(English version, sumber : Wikipedia)

 

Sejarah Waralaba

Waralaba diperkenalkan kembali ke setidaknya tahun 1850, Isaac Singer, yang membuat perbaikan dari model yang sudah ada mesin jahit, ingin mendistribusikan mesin jahit nya. Usahanya, meskipun tidak berhasil, dalam jangka panjang, merupakan salah satu upaya pertama untuk waralaba di Amerika Serikat. Contoh lebih lanjut dari waralaba adalah John S. Pemberton waralaba sukses Coca-Cola. Contoh awal Amerika adalah jumlah dari sistem telekomunikasi, perusahaan kereta api yang berbeda, tetapi dengan Western Union, dan perjanjian antara produsen kendaraan dan operator dari distributor lokal.

Modern yang menekankan Waralaba dengan meningkatkan operasi waralaba makanan layanan. Kecenderungan ini dimulai pada 1919 dengan Restoran Layanan Cepat, sebagai A & W Root Beer. Pada tahun 1935, Howard Johnson Deering, dengan Reginald Sprague, pihak franchisee restoran pertama. Ide itu, membiarkan operator independen menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan konstruksi dalam pertukaran untuk biaya.Pertumbuhan waralaba di pengumpulan uap tahun 1930, ketika rantai seperti motel mulai Howard Johnson waralaba. Tahun 1950-an melihat ledakan di rantai waralaba, dalam hubungannya dengan evolusi Sistem Jalan Interstate AS. Restoran Cepat Saji, Diners Club dan rantai Motel meledak. Mengenai kontemporer rantai waralaba, McDonald tidak diragukan lagi paling sukses di dunia dengan lebih banyak unit daripada jaringan waralaba restoran lainnya.

(Versi Indonesia, Sumber : Wikipedia)

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.